(Memo Awal Januari 2014)
Satu kelebihan
manusia dibanding makhluk lain adalah diberikannya otak sebagai alat
untuk berfikir. Dengannya manusia menerima, mencerna dan mengolah
data dan informasi bahkan lebih jauh dari itu yakni mampu mengkreasi
suatu benda dan menemukan hal-hal baru yang belum ada di masa
sebelumnya.
Karenanya,
sejak lama para ahli telah melakukan penelitian seputar otak. Dari
hasil penelitian ditemukanlah bahwa belahan otak mempunyai fungsi
yang berbeda-beda, secara lebih jelas, tahun 1960-an, barulah Dr.
Roger Sperry dari Universitas Chicago mengemukakan bahwa terdapat
perbedaan fungsi antara orak kanan dan otak kiri. (Taufik Tea,
2010:69). Menariknya, meskipun otak manusia terbagi dalam dua jenis
ternyata jenis pikiran yang dihasilkan ada tiga. Pertama, rasional
intuitif yaitu kemampuna menyelesaikan masalah dengan analisis yang
tepat. Kedua, emosional yaitu kemampuan memahami emosi diri dan
mengolah emosi agar tidak jatuh pada kondisi yang tidak terkontrol.
Terakhir yaitu spiritual, yaitu kemampuan menyadari eksistensi
sehingga senantiasa menjadi individu yang bermanfaat untuk dunia
sekelilingnya. (Ibid. h.70).
DR.
Marian C. Diamond pernah mempelajari struktur otak Einstein, seorang
yang dinobatkan sebagai tokoh fisika dunia. Hasil penelitian
menemukan bahwa otak Einstein tidak berbeda jauh dengan otak manusia
pada umumnya. Satu-satunya perbedaan hanya tampak pada satu derah di
area 39 yang terletak di lobus parietal inferior (Salah satu bagian
dari neorkoteks, bagian otak untuk berfikri dan belajar) (Ibid h.
77).
Dari
sekelumit cerita Einstein dapat dicermati bahwa ia menjadi tokoh
fisika dunia karena selama hidupnya senantiasa melakukan latihan pada
otaknya atau dengan kata lain senantiasa mengasah otak untuk berfikir
dan berfikir. Kiranya ini sejalan dengan ungkapan bahwa air akan
jernih dan jauh dari penyakit jika ia terus mengalir, dan penyakit
akan menghinggap pada air yang tergenang. Demikianlah, zaman telah
membuktikan bagaimana canggih dan luar biasanya teknologi komunikasi
dan informasi saat ini dan itu, adalah hasil dari dahsyatnya otak
manusia.
Secara
umum, otak kita meemproses segala sesuatunya selama 24 jam. Dalam 24
jam tersebut dibagi menjadi menjadi beberapa bagian. Ini penting
untuk dapat memaksimalkan otak manusia. Agung Webe dalam bukunya
Smart Teaching (Jogja Bangkit Publisher, 2010:60-61)
menjelaskan adanya enam bagian dalam mengelola waktu yang hanya 24
jam namun dapat menghasilkan sesuatu yang dahsyat.
Waktu
dimaksud adalah:
- Jam 06.00 – 09.00Kurun waktu ini, otak masih rileks dan fresh untuk menerima segala macam informasi yang masuk. Wilayah ini dinamakan dengan green stage.2. Jam 09.00 – 12.00Otak manusia diambang mulai jenuh dengan hal-hal yang ia terima. Kurun waktu ini dinamakan yellow stage.3. Jam 12.00 – 15.00Dalam kurun ini, otak dalam keadaan jenuh untuk menerima segala macam informasi yang masuk. Disebut dalam wilayah red stage.4. Jam 15.00 – 18.00Dalam masa ini, otak dalam keadaan netral. Otak sedang mempersiapkan diri untuk rileks pada fase selanjutnya. Wilayah ini dinamakan white stage.
- Jam 18.00 – 24.00Dalam kurun ini, otak dalam keadaan rileks yang bisa berubah. Berubah dalam arti tergantung aktifitas sebelumnya.6. Jam 24.00 – 06.00Di masa ini otak dalam keadaan rileks yang dalam karena berisitrahat yang full. Disebut dengan wilayah grey stage.
Pembagian di atas menjelaskan kepada kita bahwa setiap bagian waktu
mempunyai energi yang berbeda-beda. Sayang jika sekiranya kita
melewatkan begitu saja.
Sekali lagi bahwa otak manusia merupakan kartu memory yang mampu
menyimpan dan mengolah serta menghasilkan sesuatu yang dahsyat.
Tulisan ini akhirnya mengajak kepada kita untuk introspeksi dengan
satu pernyataan: JIKA DEMIKIAN DAHSYATNYA OTAK YANG KITA MILIKI,
BAGAIMANA DENGAN SANG PENCIPTA OTAK MANUSIA?**
Tidak ada komentar:
Posting Komentar