Rabu, 24 Desember 2014





TEMPIAS, Mengenali Lima Kekuatan Kepemimpinan




Sebuah mata rantai organisasi, apapun jenis dan tingkatannya, pasti terdapat dua elemen penting yakni adanya pengikut dan ada yang diikut, ada pemimpin dan ada yang dipimpin, ada imam dan ada makmum. Jika salah satunya tidak ada maka bukanlah sebuah organisasi. Meskipun sebuah keharusan, seleksi akan lebih ketat manakala menyentuh aspek pemimpin. Ia menjadi selektif dan sensitif mengingat yang diatur dan diurusnya adalah sekelompok orang baik dengan jumlah kecil, sedang maupun untuk jumlah yang sangat besar. Artinya menjadi pemimpin diperlukan sejumlah kriteria dan persyaratan tertentu. Hal yang sama juga mesti ada pada organisasi pencerdasan anak bangsa yang bernama sekolah.
Pemimpin juga manusia, tetapi tidak semua manusia bisa jadi pemimpin. Sergiovanni (1984) sebagaimana dalam Tony Bush dan Marianne Coleman (2012:68) mengidentifikasi lima “kekuatan” kepemimpinan. Lima kepemimpinan oleh penulis disingkat dengan TEMPIAS. yakni 1) Kepemimpinan TEKNIS, seorang pemimpin adalah sebagai seorang penggerak manajemen. Baik tidaknya proses sebuah organisasi dapat dilihat dari sejauh mana kemampuan mengatur dan memenej organisasi itu. Ia diharuskan mampu mengatur lalu lintas guru dengan guru, lalu lintas guru dengan siswa, lalu lintas sekolah dengan lingkungan sekitar dan lalu lintas dengan institusi lainnya. Dalam konteks ini, kepala sekolah dapat diibaratkan seperti seorang polisi yang mengatur lalu lintas jalanan supaya teratur, terarah dan tertib; 2) Kepemimpinan MANUSIA, seorang kepala sekolah hendaknya memiliki semangat untuk mengembangkan sumber daya manusia yang ada. Berbagai potensi, kompetensi dan skill yang ada di sekolah itu harus terus dikembangkan dan satu saat akan menjadi kekuatan dahsyat. Jika menilik dari tokoh-tokoh dalam sejarah Islam, salah satu pendukung keberhasilan Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah adalah karena beliau dikelilingi oleh tokoh-tokoh yang kredibel dan visioner seperti Abu Bakar (orang tua yang arif dan bijaksana), Umar bin Khaththab (Keras, tegas dan pandai menempatkan diri), Utsman bin Affan (Hartawan yang dermawan) dan Ali bin Thalib (Pemuda yang semangat juangnya tinggi untuk keberhasilan). 3) Kepemimpinan PENDIDIKAN, seorang pemimpin haruslah orang yang ahli atau setidak mengerti tentang disiplin ilmu yang digelutinya. Karena sebelum ia menjadi pemimpin, awalnya ia adalah seorang abdi dalam profesinya itu. Sebelum menjadi kepala sekolah tentu ia berasal dari guru mata pelajaran, pimpinan sebuah bengkel yang mengerti tentulah berasal dari tukang bengkel, dan pimpinan perusahaan yang faham dengan tugasnya adalah mereka yang merintis dari bawah pekerjaannya. Artinya, dalam kekuatan ketiga ini,  ia hakikatnya adalah seorang praktisi klinis yang faham dengan cara kerja dan urutannya. 4) Kekuatan KULTURAL, sebuah ungkapan mengatakan, lain lubuk lain ikannya, lain orang lain gayanya dan lain kepala lain stylenya. Dari sisi ini, seorang kepala adalah orang mampu membangun sebuah kultur bagi lembaganya. Kemana arah sebuah organisasi, sedikit banyak ditentukan oleh gaya  kepemimpinan atasannya. Kultur sebagai budaya yang menjadi tradisi di sebuah organisasi menjadi ciri khas dari organisasi itu sendiri. Dari kultur ini kita dapat mengenali arah dan haluan sebuah organisasi. 5) Kekuatan SIMBOLIK, kekuatan pada aspek ini menjadi sangat penting, lebih-lebih bagi organisasi yang baru tumbuh maupun yang baru mengenali sistem kerja sebuah organisasi. Simbol dapat diberikan dalam bentuk ucapan simbol atau bahasa pemersatu, simbol dapat diwujudkan dalam bentuk aktifitas-aktifitas khas dan bahkan pimpinan adalah sebagai sebuah simbol. Presiden adalah simbol bagi negaranya, kepala sekolah adalah simbol bagi sekolahnya. Pada posisi ini, simbol yang diberdayakan akan menjadi sebuah magnet bagi lingkungannya.

Beberapa kekuatan kepemimpinan ini manakala dimiliki oleh sebuah organisasi, penulis yakin akan mampu mengangkat nilai jual dan daya saing ke depan. Apatah lagi jika kelima kekuatan kepemimpinan ini ada pada organisasi itu. SEMOGA**

Tidak ada komentar:

Posting Komentar