Belajar
Tentang Kehidupan
Diceritakan ada seseorang yang sedang mencari guru untuk belajar
tentang arti kehidupan. Didapatinyalah seorang guru dan terjadi
dialog, “ Tuan, saya ingin belajar kepada anda tentang arti
kehidupan,” jawab guru, “baik, tetapi belajar tentang arti
kehidupan tidak bisa kita bicarakan secara teori, ia harus langsung
praktek”. Dan pada saat itu sang guru sedang memasak air di atas
tungku dengan kayu bakar sebagai BBM nya, sang guru kemudian meniup
kayu bakar itu, si muridpun bertanya, “ya Tuan, mengapa anda meniup
kayu bakar itu?” Sang Guru mengatakan bahwa kayu bakar ditiup
supaya apinya membesar dan cepat panas. Setelah air itu masak,
kemudian dituang dalam gelas dan gurupun meniup air itu. Murid
bertanya lagi kepada sang guru mengapa harus ditiup, guru menjawab
air ini ditiup supaya cepat dingin. Mendengar jawaban guru, si murid
langsung bereaksi, “Tuan guru ini tidak konsisten, tiupan pertama
supaya cepat panas, tiupan kedua supaya cepat dingin, mana yang
benar?', Guru pun memberikan komentarnya, “Itulah hidup yang kadang
kita artikan sebuah sikap ketidakkonsistenan ternyata adalah sikap
konsisten demikian juga sebaliknya”.
Pelajaran apa yang dapat dipetik dari cerita di atas, bahwa rumus
kehidupan kadang tidak selalu linear dengan hitungan rasional kita.
Bahwa kadang sesuatu yang kita nilai tidak konsisten, hakikatnya
adalah sebuah sikap yang konsisten hanya dikarenakan ketidakmampuan
kita memahaminya. Bahwa konsisten atau tidak konsisten tergantung
dari sudut pengetahuan yang memandangnya.
Inilah yang menjadi salah satu sebab mengapa Nabi Muhammad SAW ketika
ditanya beberapa sahabatnya tentang perbuatan apa yang paling utama.
Disatu tempat beliau menyatakan bahwa amal yang paling mulia adalah
jihad di jalan Allah, pada kesempatan lain beliau menyebutkan dengan
jawaban berbakti kepada kedua orang tua, dalam moment berikutnya
beliau sabdakan dengan jawaban bahwa amal yang paling mulia adalah
membaca al-Quran dan sebagainya. Tidak konsistenkah Nabi Muhammad SAW
dengan memberikan ragam jawaban tersebut. Disinilah letak piawai dan
bijaksananya seorang pemimpin. Mengapa jawabannya berbeda, karena
disesuaikan dengan karakter si penanya, apalah artinya sebuah jawaban
yang ternyata tidak tepat sasaran, tidak tepat guna dan sekedar
pengetahuan belaka. Rasulullah SAW memberikan jawaban disesuaikan
dengan sifat dan perilaku is penanya. Bagi si penanya dengan jawaban
perbuatan yang paling mulia adalah jihad di jalan Allah karena orang
tersebut adalah orang yang enggan berjuang di jalan Allah, malas dan
takut. Untuk jawaban berbakti kepada kedua orang tua, karena
Rasulullah SAW tahu bahwa si penanya adalah anak yang tidak pandai
berbakti kepada kedua orang tuanya, demikian juga jawaban membaca
al-Quran adalah amal yang paling mulia karena beliau ketahui si
penanya adalah orang yang paling malas membaca al-Quran. Dari sudut
pandang ini juga mendidik para muballigh, juru dakwah untuk dapat
mengetahui tingkat pengetahuan meskipun sedikit tentang audiens
atau jamaah yang dihadapinya.
Pendekatan psikologis dalam memahami sebuah persoalan menjadi hal
yang penting manakala kita memberikan solusi alternatifnya. Sikap
inilah yang kadang dilakukan oleh sang pemimpin namun tidak difahami
dan disadari oleh lapisan bawahnya.
Belajar tentang arti kehidupan artinya kita belajar bagaimana
mengelola diri, alam dan lingkungan sekitar. Orang yang cerdas adalah
orang yang tidak terjebak ke dalam kekeliruan untuk hal yang sama dan
itu artinya ia telah belajar kepada kehidupan. Hanya teknik dan
caranya yang kadang membuat kita sulit untuk mencernanya.
Tentu pernah kita mendengar, manusia banyak yang pandai mengali (x),
lihai mengurang (-) dan tahu menambah (+) tetapi sedikit yang
mengerti membagi (:). Ternyata bahwa belajar tentang kehidupan harus
dimulai dari kemauan membuka diri sebagai “botol kosong” terlebih
tatkala berhadapan dengan “orang tua” yang tidak hanya tua dari
segi umur tapi tua dalam makna mampu menngkap dan memahami
sinyal-sinyal kehidupan. Dan itu tidak semua bisa dilakukan oleh
orang tua.
Banyak hal yang harus kita pelajari tentang arti kehidupan. Semoga!
======================================================

Tidak ada komentar:
Posting Komentar