Sabtu, 28 Desember 2013

AMANAH






Kata “amanah” tentu pernah kita dengar dalam keseharian kita meskipun kata ini sebenarnya merupakan kata yang berasal dari literatur keislaman, namun sudah menjadi bahasa keseharian meskipun sebatas digunakan untuk acara organisasi atau institusi dalam sebuah upacara khususnya dalam rangka pemberian pesan atau pembinaan dari atasan kepada staf dan karyawan. Justru inti dari sebuah upacara adalah penyampaian amanat dan pembinaan. Namun demikian, meskipun kata amanah menjadi kata yang biasa tetapi harus tetap dikembalikan kepada pemaknaan semula.
Amanah mempunyai akar kata yang sama dengan kata iman dan aman, dalam konteks ini dapat diartikan bahwa orang yang amanah adalah orang yang mendatangkan keamanan, juga yang memberi dan menerima amanah.
Ahmad Musthafa Al-Maraghi menyebutkan amanah sebagai sesuatu yang harus dipelihara dan dijaga agar sampai kepada yang berhak memilikinya. Dan sikap ini bukan sekedar merupakan pendelegasian dari orang ke orang, dari organisasi atau institusi atau bahkan negara. Menyampaikan amanah adalah perintah Allah SWT sebagaimana dapat ditemukan dalam Q.S. 4:58 (Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya).
Dalam hubungan kemanusiaan dan komunikasi sosial, sikap amanah menjadi faktor penting. Sebegitu pentingnya sehingga seseorang yang diangkat menjadi pemimpin, bila mengacu kepada kepemimpinan Rasulullah maka ia harus memiliki karakter sebagai seorang yang amanah. Sebagai orang yang dapat dipercaya, sebagai orang yang punya kapasitas dan kompetensi untuk menyampaikan apa yang harus disampaikan. Dari hal terakhir inilah kemudian predikat seseorang itu amanah atau tidak dapat dilihat.
Seorang yang amanah tentu tidak terjadi dengan sendirinya, berbagai faktor mengantarkannya menjadi seorang yang amanah, pendidikan di keluarga, apa yang dilihatnya, apa yang didengarnya dan berbagai sumber menjadi faktor pembentukan karakter seorang yang amanah. Semakin luas jangkauan seseorang maka semakin luas pula pesan dan amanah yang harus diemban dan disampaikannya.
Amanah adalah lebih pada sebuah karakter yang sarat dengan komunikasi sosial. Seseorang yang amanah berarti orang yang mampu menyampaikan pesan yang memang harus disampaikan kepada yang berhak menerimanya. Manakala si penyampai amanat tidak menyampaikan kepada si penerima amanat maka yang terjadi adalah kekacauan informasi dan efek lebih menimbulkan distorsi dalam pengambilan keputusan. Dari sisi ini, seorang leader dituntut untuk cerdas dalam mengelola sebuah pesan.
Banyaknya kasus korupsi, penyimpangan amanah jabatan dan sebagainya adalah sebagai dampak dari tidak ditunaikannya amanah secara baik, jujur dan tepat sasaran. Amanah mesti disampaikan secara baik mengandung arti harus melihat konteks manfaat mudharatnya. Apa artinya sebuah amanat yang justru jika disampaikan akan menimbulkan kekacauan dan chaos, jujur bahwa apa yang di-message-kan mesti sesuai dengan inti pesan itu dan harus tepat sasaran dalam arti apa yang mesti disampaikan dan untuk siapa harus benar-benar kepada yang berhak menerima informasi itu.
Karakter amanah menjadi sesuatu yang langka saat ini, meskipun demikian, hal terpenting adalah amanah haru smenjadi sebuah sikap kita, sebagai seorang pribadi. Ibarat seseorang yang tersenyum kepada orang lain, namun oang yang diajak senyum tidak merespon tetapi yang terpenting kita telah menunjukkan bahwa kita memiliki karakter untuk senyum kepada orang lain. Semoga!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar