Orang arif mengatakan ada tiga hal di dunia ini yang tidak bisa
dibeli dengan uang. Bukan berarti harganya dalam nominal tidak mampu
dibeli, namun tingginya nilai ini tidak dapat dihargakan dan
disamakan dengan uang atau kecukupan materi lainnya. Ketiga hal itu
adalah persahabatan, tidur nyenyak dan cinta kasih. Tulisan ini hanya
mengangkat hal pertama dan terakhir mengingat ke dua hal ini
akhir-akhir ini menjadi sesuatu yang langka dan sulit dicari.
Cukup banyak literatur yang membicarakan tentang persahabatan dengan
berbagai variasinya. Diantaranya adalah karyanya DR. Dale Carnegie,
How to Win Friends and Influence People
(1979), yang merupakan buku teknik komunikasi bagaimana
membuat dan mempertahankan dan menjadi sesuatu yang berarti tentang
persahabatan. Juga dapat ditemukan pembahasan serupa karyanya Badroni
Yuzirman dan Iim Ruysmasi (2012) dengan judul Keajaiban Tangan Di
Atas (Keajaiban TDA).
Persabahatan atau kadang disebut dengan kesetiakawanan akan menjadi
sesuatu yang tinggi nilainya, manakala didasari oleh adanya kesamaan
persepsi dan kedekatan emosi antara satu dengan lainnya. Demikian
juga jika kita katakan sebaliknya bahwa persahabatan tidak akan
bertahan lama jika didasari oleh hal-hal yang cenderung bersifat
materi. Rasa persahabatan ini tidak akan muncul dengan sendirinya,
dan awal munculnya adalah dari adanya rasa kepercayaan. Demikian
diucapkan oleh Brian Tracy dalam buku Keajaiban Tangan Di atas
(dikutip Badroni Yuzirman dan Iim Ruysmasi, 2012).
Ada istilah, kalau berkawan dengan tukang minyak wangi kita akan
tertular wanginya. Sementara kalau berkawan dengan tukang minyak,
aroma tubuh kita juga akan sama dengan aroma tubuh si penjual minyak.
Ini menunjukkan bahwa pertemanan akan menentukan karakter kita bahkan
jauh dari itu, tidak hanya karakter tapi juga cara berpikir dan sikap
yang akan kita ambil.
Lihatlah bagaimana seorang Henry Ford yang memulai karir bisnisnya
dari nol. Namun dalam 10 tahun, Ford akhirnya mampu membenahi karir
bisnisnya bahkan dalam 25 tahun ia mampu menjadikan dirinya sebagai
salah satu orang terkaya di Amerika. Apakah Henry Ford sukses dengan
sendirinya? Ternyata ia pernah berteman dekat orang-orang sukses
sekaliber Harvey Firestone, John Burough dan Luther Burbank. Bukankah
80% kesuksesan seseorang dipengaruhi oleh sejauh mana ia menjalin
hubungan kerja (network) dan
kecerdasan interpersonal.
Bagaimana dengan cinta kasih? Ia
merupakan sesuatu yang nature atau
fitrah. Di dalamnya terkandung kekuatan yang maha dahsyat. Orang tua
rela pergi pagi pulang malam semata-mata menghidupi anak dan
isterinya, ini karena cinta; seorang ayah dengan sabar dan tekun
setiap hari mengantar putra-putrinya ke sekolah, ini karena cinta;
seorang suami ikhlas antar isterinya ke rumah sakit dari rumahnya
yang jaraknya cukup jauh, ini karena cinta; demikian seseorang rela
menyeberang lautan dan dikelilingi deburan ombak hanya karena ingin
menuntut ilmu ke negeri yang jauh, ini karena cinta, cinta kepada
ilmu dan masih banyak lagi. Yang pasti cinta adalah sebuah anugerah
yang dapat membuat seseorang berbuat lebih dari adanya, cenderung
irrasional tetapi nyata.
Yang kita khawatirkan adalah manakala rasa itu mulai menipis dan
semakin jauh dari goresan hati kita. Diceritakan suatu hari Nabi
Muhammad SAW ditemani seorang sahabatnya bertemu dengan sekumpulan
anak-anak yang sedang bermain, kemudian beliau mencium salah satu
kepala anak tersebut dan mendoakannya. Dengan heran, teman beliau
berujar, ya Rasul, sungguh aku mempunyai 10 orang anak tapi tidak
satupun yang ku lakukan seperti yang anda lakukan, Nabipun menasehati
dengan mengatakan jangan sampai rasa cinta kita hilang dari dada
kita. Sungguh dalam makna ucapan beliau dan terlalu banyak alasan dan
argumen tentang kekuatan cinta ini. Dan, kekerasan yang ditayangkan
di TV, anarkis yang menjadi tontonan tiap hari serta luapan kebencian
yang tiada bertepi dikarenakan rasa cinta ini mulai kabur dan suram,
ia tidak lagi berada di tempat yang sesungguhnya.
Jika rasa ini sudah tidak ada lagi, sungguh petaka apa jadinya negeri
ini, ditempati anak-anak yang kosong dari rasa simpati dan empati.
Tetapi semoga ia tidak terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar