Senin, 09 Desember 2013

Mengenal 8 Macam Kecerdasan Manusia



Pada hakikatnya setiap manusia memiliki kecerdasan, hanya kecerdasan  yang ada beragam jenisnya, namun  sayangnya kita cenderung menyempitkan arti kecerdasan itu sendiri sehingga kecerdasan hanya diartikan manakala nilai raportnya bagus, hasil ulangan baik dan selalu rangking pertama. Salahkah anggapan ini? Anggapan ini tentu tidak sepenuhnya  benar. Penelitian menunjukkan bahwa manusia itu memiliki  8 macam kecerdasan dan sebenarnya tidak ada manusia yang tidak sukses.
Dalam buku Manage Your Mind for Succes disebutkan bahwa otak manusia dirancang untuk sebuah kesuksesan, hanya persoalannya kesuksesan itu dalam bidang apa sesuai dengan kecerdasan mana yang lebih dominan. Sejalan dengan itu, Sunardian Wirodono dalam bukunya yang berjudul Berdamai dengan Diri Sendiri disebutkan bahwa kecerdasan manusia itu dapat diibaratkan seperti bawang yang jika dikupas kulitnya maka masih akan nampak kulit-kulit yang lain, dan tidak akan habis, demikianlah luar biasanya otak dan kemampuan akal manusia. Para pakar pendidikan menyebutkan bahwa manusia adalah alam kecil (mikrokosmos) yang penuh dengan bermacam-macam kekayaan. Atau dengan kata lain, manusia bagaikan perut bumi yang penuh dengan barang tambang seperti emas, perak, intan dan berlian. Kekayaan terpendam itu belum berguna sebelum ia diangkat dari perut bumi. Ia harus digali dan digarap untuk mengeluarkan kekayaan-kekayaan tersebut. Begitu juga dengan manusia, di dalam dirinya tersimpan potensi yang bila dieksploitasi dengan cermat, niscaya ia merupakan kekayaan, bukan saja bagi dirinya tetapi juga bagi masyarakat.
Demikian juga dengan kreatifitas, kepribadian  dan lain-lain  potensi yang dimilikinya. Bukankah sains dan teknologi  adalah hasil kecerdasan dan kreatifitas manusia? Karenanya mengeksploitasi potensi-potensi manusia adalah tugas pendidikan.  Dalam hal ini, pendidikan berarti pengembangan potensi.
Delapan kecerdasan yang dimiliki oleh manusia itu adalah :
1.        Kecerdasan Linguistik : Word Smart
Kecerdasan ini dapat dilihat pada kemampuan seseorang menggunakan kata-kata secara efektif, tepat dan jelas sasarannya. Kecerdasan ini sangat berguna bagi para penulis, pelawak dan para orator seperti halnya Bung Karno. Kecerdasan ini juga membantu kesuksesan karier di bidang pemasaran dan politik.
Jika seseorang menikmati menulis puisi, senang bercerita maka ia memiliki kecerdasan linguistik.
2.        Kecerdasan Logis- Matematis : Number Smart
Kecerdasan ini terletak  pada keterampilan mengolah angka dan kemahiran menggunakan logika dan akal sehat. Ini adalah kecerdasan yang digunakan ilmuwan untuk membuat hipotesa dan dengan tekun mengujinya dengan eksperimen. Jika anak senang menghitung, mengotak-atik rumus dan asik menggunakan bahasa komputer maka maka ia berbakat besar dalam kecerdasan ini. Kecerdasan inilah yang mendasari seseorang menjadi ilmuwan, akuntan, programer dan sejenisnya.
3.        Kecerdasan Spasial : Picture Smart
Ini adalah kecerdasan gambar dan bervisualisasi. Kecerdasan ini melibatkan kemampuan untuk menvisualisasikan gambar di dalam kepala seseorang atau menciptakannya dalam bentuk 2 atau 3 dimensi. Seniman atau pemahat serta pelukis memiliki kecerdasan ini dalam tingkat tinggi. Kecerdasan ini ditandai dengan kemampuan menterjemahkan apa yang dilihat kepada goresan dan pahatan-pahatan sehingga menjadi karya nyata.
4.         Kecerdasan Kinestetik- Jasmani : Body Smart
Kecerdasan jasmani adalah kecerdasan seluruh tubuh (atlet, penari, seniman, pantomim aktor) dan juga kecerdasan tangan (montir, penjahit, tukang kayu). Kecerdasan ini dapat dilihat jika seseorang:
·         Terlibat dalam kegiatan fisik seperti renang, bersepeda, hiking atau bermain skate board.
·         Menikmati melompat, gulat dan lari.
·         Memperlihatkan kerampilan dalam kerajinan tangan seperti kayu, menjahit, mengukir.
·         Menikmati bekerja dengan tanah liat, melukis dengan jari
·         Suka membongkar sebuah benda kemudian menyusunnya lagi
5.        Kecerdasan Musikal: Music Smart
Kecerdasan musical melibatkan kemampuan menyanyikan sebuah lagu, mengingat melodi musik, mempunyai kepekaan irama atau sekedar menikmati musik. Dalam bentuknya yang lebih canggih, kecerdasan ini mencakup para diva dan virtuoso piano di dunia seni dan budaya.
Para pencipta lagu atau siapapun yang berhubungan dengan aktifitas musikal maka ia mempunyai kecerdasan musikal. Di sekolah-sekolah, kecerdasan semacam ini mulai diperhatikan dan diminati oleh siswanya.
6.        Kecerdasan Antar Pribadi: People Smart
Kecedasan ini melibatkan kemampuan untuk memahami dan bekerj untuk orang lain. Kecerdasan ini melibatkan banyak hal, mulai dari kemampuan berempati, kemampuan memimpin, dan kemampuan mengorganisir orang lain. Kecenderungan kecerdasan ini dapat dilihat jika seseorang dikenal cukup populer  dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cepat. Dalam bahasa lain, orang semacam ini memiliki kecerdasan sosial, sebagai orang yang mampu  beradaptasi dengan orang lain.
7.        Kecerdasan Intra Pribadi: Self Smart
Kecerdasan ini melibatkan kemampuan untuk memahami diri sendiri, kecerdasan untuk mengetahui siapa sebenarnya diri kita sendiri. Kecerdasan ini sangat penting bagi para wira usahawan dan individu lain yang harus memiliki persyaratan disiplin diri, keyakinan, dan pengetahuan diri untuk mengetahui bidang atau bisnis baru.
8.        Kecerdasan Naturalis: Nature Smart
Kecerdasan naturalis melibatkan kemampuan untuk mengenal bentuk-bentuk alam di sekitar kita: bunga, burung, pohon, hewan serta flora dan fauna lainnya. Kecerdasan ini dibutuhkan di banyak profesi seperti ahli biologi, penjaga hutan, dokter, hewan dan holtikulturalis.
Tanpa disadari, kita setiap harinya menggunakan dan mengkombinasikan delapan macam kecerdasan tersebut dalam aktifitas sehari-hari. Hanya mana yang lebih dominan itulah yang berpengaruh dalam kehidupannya.
Berkaitan dengan hal di atas, orang bijak menyebutkan  manusia terbagi kepada empat tipe yaitu:
1)      Ada orang yang tahu bahwa dia tahu, tipe ini menunjukkan kepada kepercayaan dan keyakinan diri,  mengetahui bahwa dirinya mempunyai potensi untuk maju dan berkembang dan ia semaksimal mungkin mengerahkan daya dan upaya untuk mewujudkan rasa ketahuannya itu, ia tahu harus berbuat apa terhadap kondisi yang ada dan ini adalah orang yang cerdas.
2)      Ada orang yang tahu bahwa dia tidak tahu, ini tipe orang yang pandai menempatkan diri, intsrospeksinya tinggi  dan  tidak bersikap sok tahu, sikap tahu atas ketidaktahuannya terhadap sesuatu membuat dia pandai membawa diri
3)      Ada orang yang tidak tahu bahwa dia tahu, tipe ini menunjukkan orang yang tidak sadar dengan potensi diri yang ada pada dirinya oleh karenanya teman dekat dan lingkungan yang kondusif sangat penting untuk memanifestaikan potensi tersebut, manakala ia menyadarinya bahwa ia bisa menjadi orang dengan tipe seperti nomor satu di atas.
4)      Ada orang yang tidak tahu bahwa dia tidak tahu, tipe ini adalah tipe yang paling bawah dan harus diperbaiki. Dengan tipe orang semacam ini, sikap sok tahu, merasa tahu dan tidak mau diberitahu. Ada satu kiasan yang tepat untuk orang semacam ini yaiti: “Anda tertawa, saya juga tertawa, tapi anda tidak tahu bahwa saya mentertawakan anda”.
Termasuk tipe yang bagaimana kita? Andalah yang harus menjawabnya. Nah sekali lagi untuk menjadi orang yang sukses anda harus bisa mencari dan menemukan kecerdasan yang paling dominan pada diri anda  dan terus mengasahnya agar menjadi talenta dan orang yang sukses dan hebat.
Selagi hidup, jadilah orang yang bermanfaat bagi diri dan orang lain. SEMOGA!
=============
Sholihin H.Z., S. Ag adalah Kepala MTs ASWAJA Jl. Husein Hamzah Pal V Ponbar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar