Dalam buku Manage
Your Mind for Succes disebutkan bahwa otak manusia dirancang untuk sebuah
kesuksesan, hanya persoalannya kesuksesan itu dalam bidang apa sesuai dengan
kecerdasan mana yang lebih dominan. Sejalan dengan itu, Sunardian Wirodono dalam
bukunya yang berjudul Berdamai dengan Diri Sendiri disebutkan bahwa
kecerdasan manusia itu dapat diibaratkan seperti bawang yang jika dikupas
kulitnya maka masih akan nampak kulit-kulit yang lain, dan tidak akan habis,
demikianlah luar biasanya otak dan kemampuan akal manusia. Para pakar pendidikan
menyebutkan bahwa manusia adalah alam kecil (mikrokosmos) yang penuh dengan
bermacam-macam kekayaan. Atau dengan kata lain, manusia bagaikan perut bumi
yang penuh dengan barang tambang seperti emas, perak, intan dan berlian.
Kekayaan terpendam itu belum berguna sebelum ia diangkat dari perut bumi. Ia
harus digali dan digarap untuk mengeluarkan kekayaan-kekayaan tersebut. Begitu
juga dengan manusia, di dalam dirinya tersimpan potensi yang bila dieksploitasi
dengan cermat, niscaya ia merupakan kekayaan, bukan saja bagi dirinya tetapi
juga bagi masyarakat.
Demikian
juga dengan kreatifitas, kepribadian dan
lain-lain potensi yang dimilikinya.
Bukankah sains dan teknologi adalah
hasil kecerdasan dan kreatifitas manusia? Karenanya mengeksploitasi potensi-potensi
manusia adalah tugas pendidikan. Dalam
hal ini, pendidikan berarti pengembangan potensi.
Delapan kecerdasan yang dimiliki
oleh manusia itu adalah :
1.
Kecerdasan Linguistik : Word
Smart
Kecerdasan ini
dapat dilihat pada kemampuan seseorang menggunakan kata-kata secara efektif,
tepat dan jelas sasarannya. Kecerdasan ini sangat berguna bagi para penulis,
pelawak dan para orator seperti halnya Bung Karno. Kecerdasan ini juga membantu
kesuksesan karier di bidang pemasaran dan politik.
Jika
seseorang menikmati menulis puisi, senang bercerita maka ia memiliki kecerdasan
linguistik.
2.
Kecerdasan Logis- Matematis : Number
Smart
Kecerdasan
ini terletak pada keterampilan mengolah
angka dan kemahiran menggunakan logika dan akal sehat. Ini adalah kecerdasan
yang digunakan ilmuwan untuk membuat hipotesa dan dengan tekun mengujinya
dengan eksperimen. Jika anak senang menghitung, mengotak-atik rumus dan asik
menggunakan bahasa komputer maka maka ia berbakat besar dalam kecerdasan ini.
Kecerdasan inilah yang mendasari seseorang menjadi ilmuwan, akuntan, programer
dan sejenisnya.
3.
Kecerdasan Spasial : Picture
Smart
Ini adalah
kecerdasan gambar dan bervisualisasi. Kecerdasan ini melibatkan kemampuan untuk
menvisualisasikan gambar di dalam kepala seseorang atau menciptakannya dalam
bentuk 2 atau 3 dimensi. Seniman atau pemahat serta pelukis memiliki kecerdasan
ini dalam tingkat tinggi. Kecerdasan ini ditandai dengan kemampuan
menterjemahkan apa yang dilihat kepada goresan dan pahatan-pahatan sehingga
menjadi karya nyata.
4.
Kecerdasan Kinestetik- Jasmani : Body Smart
Kecerdasan
jasmani adalah kecerdasan seluruh tubuh (atlet, penari, seniman, pantomim
aktor) dan juga kecerdasan tangan (montir, penjahit, tukang kayu). Kecerdasan
ini dapat dilihat jika seseorang:
·
Terlibat
dalam kegiatan fisik seperti renang, bersepeda, hiking atau bermain skate
board.
·
Menikmati
melompat, gulat dan lari.
·
Memperlihatkan
kerampilan dalam kerajinan tangan seperti kayu, menjahit, mengukir.
·
Menikmati
bekerja dengan tanah liat, melukis dengan jari
·
Suka membongkar
sebuah benda kemudian menyusunnya lagi
5.
Kecerdasan Musikal: Music Smart
Kecerdasan
musical melibatkan kemampuan menyanyikan sebuah lagu, mengingat melodi musik,
mempunyai kepekaan irama atau sekedar menikmati musik. Dalam bentuknya yang
lebih canggih, kecerdasan ini mencakup para diva dan virtuoso piano di dunia
seni dan budaya.
Para
pencipta lagu atau siapapun yang berhubungan dengan aktifitas musikal maka ia
mempunyai kecerdasan musikal. Di sekolah-sekolah, kecerdasan semacam ini mulai
diperhatikan dan diminati oleh siswanya.
6.
Kecerdasan Antar Pribadi: People
Smart
Kecedasan
ini melibatkan kemampuan untuk memahami dan bekerj untuk orang lain. Kecerdasan
ini melibatkan banyak hal, mulai dari kemampuan berempati, kemampuan memimpin,
dan kemampuan mengorganisir orang lain. Kecenderungan kecerdasan ini dapat
dilihat jika seseorang dikenal cukup populer
dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cepat. Dalam bahasa
lain, orang semacam ini memiliki kecerdasan sosial, sebagai orang yang
mampu beradaptasi dengan orang lain.
7.
Kecerdasan Intra Pribadi: Self
Smart
Kecerdasan
ini melibatkan kemampuan untuk memahami diri sendiri, kecerdasan untuk
mengetahui siapa sebenarnya diri kita sendiri. Kecerdasan ini sangat penting
bagi para wira usahawan dan individu lain yang harus memiliki persyaratan
disiplin diri, keyakinan, dan pengetahuan diri untuk mengetahui bidang atau
bisnis baru.
8.
Kecerdasan Naturalis: Nature
Smart
Kecerdasan
naturalis melibatkan kemampuan untuk mengenal bentuk-bentuk alam di sekitar kita:
bunga, burung, pohon, hewan serta flora dan fauna lainnya. Kecerdasan ini
dibutuhkan di banyak profesi seperti ahli biologi, penjaga hutan, dokter, hewan
dan holtikulturalis.
Tanpa disadari, kita setiap harinya
menggunakan dan mengkombinasikan delapan macam kecerdasan tersebut dalam
aktifitas sehari-hari. Hanya mana yang lebih dominan itulah yang berpengaruh
dalam kehidupannya.
Berkaitan dengan hal di atas, orang
bijak menyebutkan manusia terbagi kepada
empat tipe yaitu:
1) Ada orang yang tahu bahwa dia tahu, tipe ini
menunjukkan kepada kepercayaan dan keyakinan diri, mengetahui bahwa dirinya mempunyai potensi
untuk maju dan berkembang dan ia semaksimal mungkin mengerahkan daya dan upaya
untuk mewujudkan rasa ketahuannya itu, ia tahu harus berbuat apa terhadap
kondisi yang ada dan ini adalah orang yang cerdas.
2) Ada orang yang tahu bahwa dia tidak tahu, ini tipe
orang yang pandai menempatkan diri, intsrospeksinya tinggi dan
tidak bersikap sok tahu, sikap tahu atas ketidaktahuannya terhadap
sesuatu membuat dia pandai membawa diri
3) Ada orang yang tidak tahu bahwa dia tahu, tipe ini
menunjukkan orang yang tidak sadar dengan potensi diri yang ada pada dirinya
oleh karenanya teman dekat dan lingkungan yang kondusif sangat penting untuk
memanifestaikan potensi tersebut, manakala ia menyadarinya bahwa ia bisa
menjadi orang dengan tipe seperti nomor satu di atas.
4) Ada orang yang tidak tahu bahwa dia tidak tahu, tipe
ini adalah tipe yang paling bawah dan harus diperbaiki. Dengan tipe orang
semacam ini, sikap sok tahu, merasa tahu dan tidak mau diberitahu. Ada satu
kiasan yang tepat untuk orang semacam ini yaiti: “Anda tertawa, saya juga
tertawa, tapi anda tidak tahu bahwa saya mentertawakan anda”.
Termasuk
tipe yang bagaimana kita? Andalah yang harus menjawabnya. Nah sekali lagi untuk
menjadi orang yang sukses anda harus bisa mencari dan menemukan kecerdasan yang
paling dominan pada diri anda dan terus
mengasahnya agar menjadi talenta dan orang yang sukses dan hebat.
Selagi
hidup, jadilah orang yang bermanfaat bagi diri dan orang lain. SEMOGA!
=============
Sholihin H.Z., S. Ag adalah Kepala
MTs ASWAJA Jl. Husein Hamzah Pal V Ponbar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar